Mau Tahu Sejarahnya Permusuhan Anjing dan Kucing? Intip Sini Yuk!

Mau Tahu Sejarahnya Permusuhan Anjing dan Kucing? Intip Sini Yuk!

Pasti kamu pernah melihat saat anjing dan kucing bertemu dalam satu kesempatan, terus dua hewan itu saling memandang dan tiba-tiba salah satu dari kedua hewan itu akan menyerang. Itu lah anjing dan kucing, jarang bisa akur antara satu dengan lain. Hingga sering kita mendengar orang-orang berkata “kakak-adik itu ibarat kucing dan anjing, tidak pernah akur”, kata- kata itu diambil dari sifat anjing dan kucing yang suka berkelahi.

Sebenarnya banyak juga sih anjing dan kucing yang bisa tinggal dan bermain bersama, namun hal itu terjadi karena dua hewan ini telah dilakukan pengenalan dan telah dilatih oleh sang pemilik telebih dahulu. Sebaliknya, jangan berharap apa-apa jika kamu tidak pernah melatih kedua hewan tersebut.

Eits, tapi penasaran gak sih dengan apa yang membuat mereka sering berkelahi? ini dia jawabannya.

Anjing dan kucing memiliki gaya sosial yang berbeda

Gak hanya manusia aja loh yang memiliki gaya sosial, dunia hewan juga, khususnya anjing dan kucing. Perbedaan gaya sosial diantara dua hewan inilah yang menyebabkan kesalahpahaman komunikasi antara anjing dan kucing.

Anjing adalah hewan yang suka bersosialisasi, baik dengan manusia maupun dengan hewan lainnya. Jiwa sosial anjing sangat berbeda dengan kucing yang lebih suka hidup mandiri. Ketika ingin bersosialisasi, terlebih dahulu anjing akan mengendus-ngendus suatu objek. Saat anjing mendekati kucing untuk diendus-endus, kucing akan menyerang anjing karena kucing memang tidak suka bersosialisasi dan diendus-endus. Di sini tercipta trauma bagi si anjing, bahwa kucing dan kucing-kucing lainnya adalah musuh mereka.

Anjing dan kucing memiliki gaya komunikasi yang berbeda

Selain gaya sosial, gaya komunikasi antara dua hewan ini juga berbeda. Anjing mengibas-ngibaskan ekornya untuk menunjukkan bahwa ia merasa senang dan ingin berteman. Sementara kucing akan mengibas-ngibaskan ekornya untuk menunjukkan bahwa ia sedang merasa tidak senang atau sedang marah.

Kalau kalian gak percaya, coba deh gangguin peliharaan kucingmu di rumah, pasti ekor kucing kamu akan bergerak-gerak yang menunjukkan kucing sedang merasa tidak senang karena diganggu. Nah, bagi kamu yang punya peliharaan anjing, cobalah bermain-main dengan anjingnya, pasti ekor anjing akan bergerak-gerak yang menandakan ia sedang gembira dan ingin terus berteman.

Perbedaan komunikasi ini juga semakin memperparah hubungan antara anjing dan kucing. Ketika anjing mendekati kucing sambil mengibas-ngibaskan ekornya, kucing akan menyalahartikan maksud kibasan ekor ini. Karena dalam pikiran mereka, mengibas-ngibaskan ekor adalah bentuk dari ketidaksenangan atau lagi marah.

Kucing menganggap si anjing yang mengibas-ngibaskan ekor pertanda anjing itu tidak senang kepadanya. Padahal kebalikannya. Selain itu, saat anjing melihat kucing juga mengibas-ngibaskan ekornya pertanda tidak senang, anjing malah menyalahartikan kibasan ini. Di satu sisi, anjing menganggap kucing juga ingin berteman yang membuat anjing makin mendekat.

Makanya kita sering melihat kucing suka menyerang anjing terlebih dahulu karena kucing menyangka, anjing yang mendekat tersebut ingin menyerangnya. Namun banyak juga kasus, dimana anjing yang menyerang kucing terlebih dahulu, dan diawali dengan suara menggonggong terlebih dahulu.

Melihat alasan di atas, sepertinya anjing dan kucing butuh penerjemah bahasa tubuh ya, supaya kedua hewan tersebut tidak saling salah paham/miskomunikasi.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*