Pandemi Covid-19, Anjing dan Kucing Banyak Yang Terlantar

Menurunnya perekonomian masyarakat yang diakibatkan pandemi Covid-19, membuat banyak hewan peliharaan terlantar. Seperti anjing dan kucing yang dibuang atau ditelantarkan karena pemiliknya di PHK dari pekerjaannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PAW Family Semarang, Ananta yang bergelut dengan penyelamatan hewan. Selama pandemi Covid-19 dalam 1 bulan kurang lebih 20 hingga 30 ekor hewan diselamatkan. Padahal sebelum pandemi Covid-19, penyelamatan hewan terlantar jumlahnya kurang dari 10 ekor. Ananta mengaku sulit menolak permintaan penyelamatan hewan sehingga jumlah penghuni di shelternya pun terus bertambah.

Kondisi hewan yang diselamatkan terkadang sangat buruk bahkan ada yang mati tidak tertolong. Bahkan di awal masa pandemi dirinya mendapat laporan ada hewan peliharaan yang sengaja dibunuh oleh pemiliknya. Sementara itu, Yulita, seorang ibu pecinta hewan dan menjadikan rumahnya sebagai shelter mengaku prihatin dengan banyaknya hewan peliharaan yang ditelantarkan oleh pemiliknya selama masa pandemi Covid-19. Saat melakukan penyelamatan Yulita kerap menemukan hewan yang terluka parah dan sakit.

Selama ini masyarakat banyak yang belum mengetahui jika menyiksa atau menelantarkan hewan peliharaan bisa dihukum. Hukuman terhadap pelaku penganiayaan hewan peliharaan pun diatur dalam pasal 302 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 bulan atau pidana denda.