Bahaya Cakaran Kucing Jangan Sepelekan Begitu Saja

Bahaya Cakaran Kucing Jangan Sepelekan Begitu Saja
bahaya cakaran kucing

Mungkin saja anda yang pernah yang namanya terkena cakaran kucing. Dimana ternyata cakaran tersebut mampu membahayakan kesehatan anda. Kuku kucing terbilang tajam sekali sehingga infeksi bakteri bartonella henselae bisa datang menyerang. Penyakit yang biasanya disebabkan oleh infeksi tersebut sering dinamakan dengan cat scratch disease. Kucing yang sudah terkena bakteri itu memang tidak menunjukkan gejala. Inilah mengapa pendeteksiannya sulit sekali dilakukan. Sudah seharusnya anda mengerti bahaya cakaran kucing sehingga tidak menyepelekannya begitu saja.

Biasanya manusia yang sudah terkena infeksi bakalan merasakan demam adanya pembengkakan pada kelenjar getah beningnya. Hal tersebut dirasakan kurang lebih selama 1 sampai 3 minggu lamanya. Bahkan timbulnya pembengkakan itu berisikan nanah atau cairan sekitar area bekas cakaran kucing tadi. Bahkan gigitan kucing yang sudah terinfeksi dengan bakteri mampu memunculkan luka serius. Cakaran kucing dianggap sepele sebab hanya menimbulkan luka sayatan kecil saja. Padahal bahaya cakaran kucing itu bisa menghadirkan bakteri yang membuat infeksi lebih berbahaya.

Kenali Penyakit yang Disebabkan Oleh Bahaya Cakaran Kucing

Penyakit yang diakibatkan oleh cakaran kucing ini sering dinamakan dengan demam cakaran kucing. Penyakit tersebut bukan hanya karena cakarannya saja melainkan juga gigitan kucing. Dimana air liur kucing ternyata mengandung sebuah bakteri. Dan ternyata bakteri dalam air liurnya ini didapatkan dari kutu yang seringkali tinggal pada bulunya. Bagi orang yang sehat mungkin beranggapan penyakit demam cakaran kucing ini hal biasa. Tetapi bagi mereka yang mempunyai imunitas tubuh rendah cakaran kucing menjadi sebuah problematika.

Orang yang sudah terkena cakaran kucing sebaiknya segera datang menuju ke rumah sakit. Yang pasti jangan membiarkan cakaran tersebut hingga 8 jam sebab nantinya bisa menimbulkan sebuah infeksi. Siapa sangka ternyata bahaya cakaran kucing ini menimbulkan beragam gejala pada tubuh penderitanya. Pastinya gejala tersebut perlu adanya penanganan medis supaya tiada komplikasi berlebih.

Gejala dari penyakit cakaran kucing ini meliputi kulit yang melepuh, benjolan merah, demam ringan, kelelahan, sakit kepala bahkan nafsu makan menurun. Jadi alangkah baiknya anda tidak menyepelekan hal tersebut begitu saja. Melakukan pengobatan sejak dini menjadi pilihan terbaik dari pada nantinya menimbulkan masalah lebih serius.

Hal Penting yang Perlu Dilakukan Ketika dicakar Kucing

Tentu saja cakaran kucing itu perlu sebuah penanganan atas luka yang sudah dialami. Jangan sampai membiarkan bekas cakarannya begitu saja. Adapun berbagai macam hal yang perlu anda lakukan yaitu :

  • Bersihkan luka menggunakan air yang mengalir dan juga sabun agar mampu hilangkan bakteri.
  • Membersihkan dengan cara menekan bagian bekas luka cakaran supaya bakterinya mampu keluar dari bagian dalam kulit.
  • Ketika anda sudah membersihkannya sebaiknya segera keringkan kulit tadi menggunakan handuk.
  • Jika memang sudah kering ada baiknya sterilkan lukanya menggunakan alkohol ataupun obat merah.
  • Jangan lupa mengolesi menggunakan krim antibiotik supaya infeksi lebih berlanjut bisa dicegah.
  • Biarkan saja luka tadi terkena udara supaya cepat mengering. Usahakan lukanya tadi selalu dalam kondisi bersih.

Tetapi jika luka cakaran kucing tadi sudah begitu dalam bahkan terkesan serius sebaiknya anda segera membawanya ke dokter agar memperoleh penanganan lebih lanjut. Jangan biarkan bakteri jahat merusak kesehatan tubuh anda. Apalagi bahaya cakaran kucing ini ternyata bisa membuat kesehatan anda menurun. Jadi jangan pernah menyepelekannya begitu saja. Memotong kuku kucing peliharaan terbilang penting supaya tidak mencakar kita. Apalagi cakarannya begitu berbahaya bagi kesehatan kulit. Kukunya yang terbilang tajam mampu membuat kulit kita mudah sekali tergores. Ketika anda sudah mengalami luka akibat cakaran kucing sebaiknya anda hindarkan kucing menjilat atau menyentuh area luka.