Beda Scabies dan Jamur Pada Kucing Yang Harus Kalian Ketahui

Beda Scabies dan Jamur Pada Kucing Yang Harus Kalian Ketahui
beda scabies dan jamur

Problem yang muncul terhadap kucing sebetulnya ada banyak, contohnya saja seperti beberapa macam penyakit kulit. Banyak juga pemilik kucing yang merasa bingung beda scabies dan jamur pada kucing sehingga mereka tak bisa memberi penanganan yang tepat. Sebetulnya, bagaimana cara membedakannya?

Nah, disini akan dijelaskan tentang perbedaan antara jamur dan scabies yang seringkali menjadi penyakit kucing.

Penjelasan Lengkap Beda Scabies dan Jamur Pada Kucing

  • Penyebab

Untuk penyebabnya sendiri berbeda-beda, dimana jamur kucing diakibatkan karena kurap. Ini merupakan jamur yang hinggap di bulu serta kulit. Sehingga kamu sebagai pemilik harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh serta teratur demi mencegah jamur tersebut.

Sedangkan kudis diakibatkan karena tungau parasit. Dan kudis ini memang sulit dideteksi sejak awal lantaran keberadaannya pada tubuh kucing sulit sekali dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

  • Gejala

Saat datang ke gejala atau tanda-tanda kucing terkena jamur, mereka tak akan cantik lagi. Banyak memar di tubuh dan bulunya juga rontok, dan kadang kulitnya juga berubah kering dan seperti punya ketombe. Dengan begitu, kamu bisa mengatakan jika jamur adalah salah satu dari penyebab kenapa kucing menjadi botak, yang jelas harus dihindari.

Selanjutnya untuk tanda-tanda kucing kudisan yang paling umum adalah mereka yang sudah terinfeksi bakal sering menggaruk yang mulanya muncul diatas kepala. Dan setelahnya kerak kulit mati bakal terlihat hingga menyebabkan kebotakan.

  • Penularan

Untuk masalah penularan, kedua macam penyakit ini bisa menular kepada kucing lainnya. Tapi, jamur kucing dinilai lebih gampang menular kepada kucing lainnya ketika mereka berada didalam rumah serta sering menjilat satu sama lain.

Penularan jamur kucing bisa terjadi lewat kontak secara langsung. Tak seperti kudis yang cara penularannya lewat beebrapa hal yang rumit, misalnya saja kontak dengan jangka waktu lama atau juga di tempat tidur.

Bila memang salah satu dari kucing diketahui mempunyai masalah demikian, khususnya jika kamu mempunyai kucing yang begitu disayangi, maka dia harus dipisahkan dengan kucing lainnya. Kamu perlu menyiapkan tempat unuk isolasi dengan waktu tertentu.

Perawatan dan Pencegahan Untuk Mengatasi Penyakit Ini

  • Perawatan

Untuk memberantas jamur, kamu harus melakukan pemeliharaan rutin seminggu sekali. Memotong bulu kucing merupakan solusi yang bagus, namun jangan terlalu pendek. Diharapkan ketika mandi, shampoo harus menembus kedalam kulit serta jenis shampoo yang dapat dipakai mengandung oatmeal atau lidah buaya.

Selanjutnya ketika kucingmu terserang kudis, kamu bisa memakai minyak zaitun selepas memandikannya supaya kelembapan kulit selalu terjaga dan kucing tak lagi terserang gatal-gatal. Kamu dapat mengoleskan minyak di bagian yang sakit serta pijat lembut.

Sedangkan pengobatan scabies, mungkin kamu perlu memakai cuka yang bisa digunakan menghilangkan tungau. Kamu bisa juga melelehkan cuka sedikit yang ditambahi air serta tuangkan dengan lembut ataupun membilas daerah yang terkena scabies.

  • Pencegahan

Untuk pencegahannya sendiri masih sama, yang dimana kamu dapat memisahkan kucing dengan kucing lainnya. Dan saat dipastikan jika kucing mempunyai jamur atau kudis, perubahan perlu dilakukan di tempat tidur, mainan, kerah, ataupun beberapa hal yang berkaitan dengan kucing yang sudah terserang scabies atau jamur.

Nah, itulah penjelasan tentang beda scabies dan jamur pada kucing. Semoga artikel diatas bisa menambah pengetahuan dan wawasan kamu semua sehingga kucing kesayangan dirumah tidak mengalami kedua jenis penyakit kulit tersebut. Semoga bermanfaat!