Cara Merawat Kucing Trauma Supaya Bisa Kembali Normal

Cara Merawat Kucing Trauma Supaya Bisa Kembali Normal

Kucing sama seperti manusia, bahwa dirinya juga mempunyai rasa trauma. Kucing trauma biasanya terjadi ketika dirinya hampir terlindas kendaraan, dianiaya manusia, kehilangan anaknya karena mati atau pengalaman buruk yang lainnya.

Sebagai pemilik kucing pastinya mempunyai kewajiban agar dapat memulihkan kucing dari rasa trauma yang dialaminya. Dalam merawat kucing yang mengalami trauma tentu bukanlah perkara yang mudah. Hal ini dikarenakan proses perawatannya hampir sama seperti merawat kucing ketika sakit.

Ciri Anabul Sedang Mengalami Trauma

kucing trauma

Pemilik harus mengetahui bagaimana ciri yang menunjukkan bahwa kucing tersebut mengalami trauma. Ciri yang paling mudah untuk mengetahuinya yaitu kucing tidak lagi bergerak secara aktif dan lebih banyak diam. Sikap anehnya yang tiba-tiba berubah dianggap kucing sedang takut atau sakit.

Tentu saja hal ini belum tentu benar, karena kucing yang cenderung diam sedang mengalami masalah mentalnya. Ciri lain yang menunjukkan trauma pada kucing yaitu menghindar atau takut kepada manusia.

Sudah kodratnya bahwa kucing merupakan hewan yang aktif dan agresif. Bahkan kucing tidak dapat diam karena banyaknya aktivitas yang dilakukan. Seperti bermain, melompat, memanjat atau yang lainnya.

Inilah Cara Tepat Merawat Kucing Trauma

Jika kucing yang Kamu miliki tiba-tiba diam dan tidak seperti biasanya maka hal ini sudah menunjukkan ciri dari trauma yang dialaminya. Untuk merawat kucing yang sedang sedikit stress bisa mengikuti trik berikut:

  1. Mencari Tahu Penyebab Trauma

Pemilik harus melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui apa saja penyebab yang membuat kucing mengalami trauma. Misalnya saja dengan melakukan riset mendekatkan sapulidi kepada kucing. Apabila ia beringsut maka hal ini bisa dikarenakan kucing tersebut dipukul menggunakan sapu lidi.

Bisa juga dengan mendekatkan kepada manusia atau orang lain atau anggota keluarga. Apabila kucing tersebut menjauh dan merasa ketakutan maka hal ini artinya bahwa kucing tersebut pernah dianiaya oleh orang lain atau anggota keluarga.

  1. Beri Mainan Kesukaannya

Kucing memang sebagai hewan yang suka bermain. Untuk menghilangkan rasa trauma nya silahkan memberikan mainan kesukaannya. Saat pertama kali memulihkan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun sebagai pemilik harus telaten merawatnya.

  1. Mencarikan Teman

Kebanyakan dari kucing akan bertengkar dengan teman barunya sebelum dirinya akrab. Namun hal ini tidak perlu membuat Kamu risau, karena kucing yang mendapatkan teman baru dirinya akan sedikit melupakan rasa trauma. Hal ini sama seperti manusia yang membutuhkan teman agar tidak kesepian.

  1. Memberikan Kasih Sayang Yang Lebih

Jika pada biasanya Kamu cuek dengan kucing peliharaan, sebaiknya luangkan banyak waktu bersama dengan kucing. Perlakukan kucing dengan sangat baik supaya dirinya juga merasa bahwa masih ada manusia yang menyayangi dirinya. Jangan pernah sekali-kali membentak kucing apalagi memukulnya.

Selain perbuatan buruk, hal ini juga mengancam mental kucing yang justru bertambah buruk terhadap manusia. Sementara memang kucing dikodratkan untuk memperoleh kasih sayang dan kelembutan.

Jika Terjadi Masalah Serius Harus Membawanya ke Dokter Hewan

Apabila beberapa cara yang ada di atas sudah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil juga, langkah terakhir yang bisa dilakukan yaitu dengan membawanya ke dokter hewan. Pada biasanya dokter hewan akan memberikan obat-obatan yang dapat merangsang otaknya agar menjadi lebih nyaman.

Dalam merawat kucing trauma memang tidak semudah yang dibayangkan. Selain membutuhkan ketekunan dan kesabaran, tentunya juga membutuhkan pengetahuan dari para pemiliknya. Terlebih lagi jika kucing mengalami masalah berat tentu Kamu harus menghubungi dokter hewan.