Ciri-Ciri Rabies Pada Kucing, Kenali Gejalanya

Ciri-Ciri Rabies Pada Kucing, Kenali Gejalanya
rabies pada kucing

Salah satu jenis penyakit pada hewan peliharaan yang dapat menular pada manusia adalah rabies. Apalagi bagi kamu pecinta kucing, virus ini bisa menyerang kapan saja. Itulah mengapa anabul kita wajib untuk divaksin. Yuk, simak beberapa ulasan mengenai ciri-ciri rabies pada kucing agar kamu segera mengenalinya.

Ciri-Ciri Rabies Pada Kucing Perlu Kalian Ketahui

Hati-hati, Ini Tanda Kucing Tertular Rabies Halaman all - Kompas.com

Rabies merupakan sebuah penyakit yang bisa digolongkan fatal yang disebabkan virus dalam genus Lyssavirus. Sekali menginfeksi, penyakit ini dapat menyerang sistem saraf pusat. Tentunya, otak dan sumsum tulang belakang akan mengalami 100% kerusakan yang fatal. Inilah mengapa mengenali kucing yang terkena rabies wajib untuk kamu ketahui agar bisa mencegahnya.

Adapun untuk tempat infeksinya bisa sangat bervariasi. Lantaran ditularkan melalui gigitan, maka jarak gigitan ke sistem saraf juga berpengaruh. Artinya, semakin dekat jarak antara tempat hewan tergigit dengan sumsum tulang belakang dan otaknya, maka semakin cepat pula infeksinya. Jika pada umumnya hewan yang terinfeksi akan mengalami kematian pada hari ke 10, maka ini bisa lebih cepat.

Mungkin selama ini kamu mengira jika rabies hanya ditemukan pada anjing. Padahal, hewan mamalia manapun dapat menularkan virus ini, termasuk kucing. Intinya, sebisa mungkin hindarkan hewan peliharaanmu ini dari gigitan kucing yang terinfeksi. Pasalnya, rabies dapat menular dari air liur lewat selaput lender atau bisa juga luka yang terbuka.

Jadi jika kamu memiliki kucing di rumah yang belum vaksin, maka mungkin saja ia bisa menularkannya. Lebih baik mencegah daripada kamu harus kehilangan kucing kesayanganmu, bukan? Lalu, apa sih ciri-ciri rabies pada kucing?

  1. Gejala Prodromal

Gejala tahap pertama pada kucing yang terkena rabies biasanya adalah prodromal. Gejala ini melibatkan perubahan perilaku dan perubahan temperamen. Artinya, kucingmu tidak akan seperti kebiasaannya sehari-hari. Misalnya, ia yang biasanya aktif menjadi lebih lesu, gelisah, hingga pada titik tertentu menjadi lebih agresif dan suka mencakar.

  1. Gejala Kemarahan

Gejala tahap berikutnya pada kucing yang terkena rabies adalah kemarahan. Dari ketiga tahap penyakit rabies, tahap ini adalah yang paling berbahaya. Pasalnya, kucing akan menjadi lebih ganas dan gampang menggigit ketika di fase kemarahan. Bahkan terkadang, kucing tiba-tiba kejang dan bisa kehilangan nafsu makan.

Beberapa kejadian di atas disebabkan karena virus yang menyerang telah sampai di sistem saraf pusat. Terjadi perlawanan dalam tubuh si kucing sehingga berefek pada kejang tersebut. Pada tahap tertentu, gejala klasik seperti mulut berbusa dan air liur berlebih juga bisa timbul. Bagi kucing yang tidak tahan, ia dapat mengalami disorientasi dan berujung kematian.

  1. Gejala Paralitik

Gejala tahap paling akhir pada kucing yang terkena rabies adalah paralitik. Beberapa kucing bahkan tidak sanggup hingga tiba di fase ini. Pasalnya, ciri-ciri yang ditunjukkan pada gejala paralitik cukup menyiksa. Sebut saja, kesulitan bernapas, koma, hingga kematian karena mati otak.

Jika dilihat masa inkubasinya, kucing akan mengalami paralitik pada hari ke 7 sejak virus menyerang. Kematian biasanya akan terjadi pada hari ke 10. Jarang kucing bisa sembuh ketika di tahap ini. Itulah mengapa, kamu harus memberi vaksin virus ini sedini mungkin.

Demikian ulasan menarik mengenai ciri-ciri rabies pada kucing yang bisa kamu jadikan pedoman. Kamu wajib menyimak dengan seksama agar kamu segera mengenalinya ketika kucingmu terkena. Dengan begitu, kamu mencegah penularan virus tersebut terhadap dirimu sendiri. Semoga ulasannya bermanfaat dan dapat menolong kucingmu ya.