Kucing Diabetes : Gejala, Penanganan dan Cara Deteksi Dini

Kucing Diabetes : Gejala, Penanganan dan Cara Deteksi Dini

Diabetes menjadi penyakit yang sering menyerang manusia, disebabkan pola makan yang kurang teratur. Ternyata diabetes juga bisa menyerang kucing dan menurut data WebMD, setiap tahunnya kucing yang menderita diabetes semakin meningkat. Penyakit ini disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin yang cukup untuk menurunkan kadar gula di dalam darah.

Kucing yang memiliki penyakit diabetes, jika tidak ditangani dengan segera akan membuatnya memiliki komplikasi kesehatan yang bisa berujung pada kematian. Gejala awal diabetes biasanya adalah terjadi penurunan berat badan, turunnya nafsu makan, muntah dehidrasi, depresi, pipis dirubung semut dan lain sebagainya.

Menurut Thomas Graves, seorang profesor ahli hewan di University of Illinois, saat ini diabetes pada kucing diperkirakan sekitar 0,5 hingga 2 persen dari populasinya. Penyebabnya adalah karena faktor pemberian makanan yang berlebihan oleh pemilik si kucing, menyebabkan kadar glukosa di dalam darah meningkat. Bagaimanapun juga, kucing yang gemuk dianggap lucu dan menggemaskan, sehingga banyak pemilik hewan yang memberikan makanan kepada kucingnya dalam jumlah banyak.

Gejala Diabetes

Gejala utama yang bisa kita lihat dari kucing yang menderita penyakit ini adalah dari rasa haus yang berlebihan dan urinnya. Kucing yang menderita diabetes biasanya urinnya akan dikerubungi semut, karena adanya kandungan gula di dalamnya. Biasanya gejala ini lebih banyak terjadi pada kucing yang menderita obesitas dibandingkan dengan berat badan normal.

Beberapa kucing yang mengidap masalah kesehatan ini memiliki nafsu makan yang besar, menyebabkan banyaknya energi yang masuk ke dalam tubuhnya. Ketika energi tersebut tidak bisa digunakan dengan baik, maka energi dari makanan ini akan diubah menjadi timbunan lemak.

Mengobati Kucing Mengidap Diabetes

Diet ketat menjadi cara yang paling efektif untuk kucing yang menderita penyakit diabetes. Berikanlah ia makanan yang rendah akan karbohidrat, sehingga jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi lebih sedikit. Salah satu makanan yang memiliki kandungan protein tinggi tetapi rendah karbohidrat adalah Yummy. Anda bisa memberikan makanan ini untuk kucing anda yang sedang melakukan diet, energi per gram yang dimiliki oleh makanan ini tidak terlalu tinggi.

Selain melakukan diet karbohidrat yang ketat, pengobatan menggunakan insulin bisa dilakukan apabila kadar gula terlalu tinggi. Ada banyak obat insulin yang beredar di pasaran, akan tetapi anda hanya bisa memberikan insulin dengan resep dokter karena adanya efek samping ketika memberikannya. Dokter akan melakukan tes darah dan urin, serta pemeriksaan fisik untuk memberikan dosis insulin yang tepat untuk kucing anda.

Karena rumitnya perhitungan untuk dosis pemberian insulin ini, pemilik hewan tidak disarankan untuk memberikannya tanpa bantuan dokter hewan. Anda juga harus memeriksakan kucing anda yang menderita diabetes setiap 3 bulan sekali, untuk merumuskan dosis penggunaan insulin baru yang tepat untuknya. Selain itu, memeriksakan kucing penderita diabet secara rutin penting untuk mencegah terjadinya komplikasi terhadapnya.

Apakah kucing yang terkena diabetes tidak bisa sembuh ?

Biasanya kucing yang terlanjur terkena masalah kesehatan ini tidak bisa sembuh. Kita hanya bisa melakukan pengobatan dan perawatan yang membuat kadar gula darahnya terkendali. Dengan menjaga kadar gula darah kucing peliharaan kita terkendali, kondisi tubuhnya tentunya akan terjaga sehingga tidak mengalami komplikasi.

Walau terkena diabetes, beberapa kucing tetap bisa hidup dengan normal selama bertahun – tahun. Akan tetapi anda perlu benar – benar harus mengendalikan konsumsi makanan pada kucing yang mengalami masalah kesehatan ini. Ketika pola makan tetap seperti biasa, maka kadar gula darah yang tidak terkontrol itu dengan cepat merusak banyak organ dalam tubuh kucing sehingga dapat menyebabkan kematian.

Cara Pencegahan

Mencegah diabetes pada kucing bisa dilakukan dengan melakukan diet rendah karbohidrat secara teratur. Dengan mengontrol kadar gula yang masuk ke dalam tubuh si kucing, akan sangat membantu untuk membuatnya tidak terkena penyakit ini. Obesitas merupakan faktor resiko yang sangat besar, akan tetapi ternyata genetik juga mempengaruhinya. Beberapa ras kucing lebih rentan terkena diabetes dibandingkan lainnya, itulah petunjuk tentang pengaruh komponen genetik terhadap faktor resiko penyakit ini.