Kutu Demodex, Salah Satu Parasit Berbahaya pada Anjing

Kutu Demodex, Salah Satu Parasit Berbahaya pada Anjing

Ada berbagai jenis parasit berbahaya pada anjing yang sangat perlu diwaspadai untuk menghindari dampak buruk bagi kulit serta kesehatan jangka panjang. Pastikan setelah menyadari kemunculan gejalanya, segera lakukan penanganan. Jika bingung, kamu dapat langsung membawanya ke dokter hewan atau ahli dalam bidangnya.

Cara Mengobati Kutu Demodex, Parasit Berbahaya pada Anjing

Kutu demodex sendiri merupakan salah satu parasit berbahaya pada anjing yang menyebabkan kudis. Agar tidak sampai menyebar ke bagian tubuh lain, pastikan untuk sesegera mungkin mengobatinya. Sebelumnya, silahkan untuk membawanya ke dokter agar dapat mengetahui diagnosis pasti nya. Silahkan simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Isolasi Anjing

Agar tidak kutu demodex tidak sampai menyebar, sebaiknya isolasi anjing di tempat yang aman dan hangat. Berikan makanan serta minuman secara teratur agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Dengan begitu sistem kekebalan tubuhnya tetap kuat sehingga proses penyembuhannya lebih cepat.

Bukan hanya air dan makanan, pastikan untuk menyediakan selimut. Sebab, meskipun bulunya dapat memberikan kesan hangat, namun suhu udara di pagi dan malam hari biasanya cenderung sejuk. Agar terhindar dari masalah kesehatan serius, pastikan memberikan alas sekaligus selimut hangat.

Perlu diperhatikan, pada beberapa kondisi kutu demodex dapat menyebar ke manusia meski hanya sementara. Oleh sebab itu, silahkan untuk mengamankan diri dengan menggunakan kaos tangan saat merawatnya.

  1. Berikan Pengobatan dan Perawatan Lain Sesuai Petunjuk Dokter

Melakukan penanganan kudis tidak bisa secara sembarangan jika ingin proses penyembuhannya lebih cepat. Oleh sebab itu ketahui terlebih dahulu jenis kudisnya dengan memeriksakannya ke dokter. Jangan sampai mendiagnosis sendiri karena dapat berakibat fatal.

Berikan perawatan sesuai saran dari dokter atau ahli dalam bidangnya. Pastikan memberikan obat tepat waktu dan imbangi dengan pemberian makanan bernutrisi.

Saat proses penyembuhan, perhatikan juga kebersihan ruangan agar kutu tidak berkembangbiak dengan cepat. Sebaiknya atur suhu tidak terlalu lembab, karena bisa memperparah kondisinya karena perkembangan kutu dapat lebih cepat.

  1. Cuci dan Ganti Selimut Secara Berkala

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kebersihan dapat mempercepat penyembuhan kudis pada anjing. Silahkan memeriksa ruangan isolasi anjing secara berkala untuk mengecek kebersihannya.

Jangan lupa juga mengganti selimut serta tempat buang airnya secara berkala. Hindari sampai membiarkannya menimbulkan bau karena dapat meningkatkan risiko penyakit pernafasan.

Teknik pembersihan yang dilakukan tidak bisa sembarangan. Apabila ingin menghilangkan kutunya yang kemungkinan menempel di selimut, silahkan menggunakan air panas. Lanjutkan memberikan sabun serta pemutih.

Perkirakan air yang kamu gunakan dapat mencapai seluruh bagian selimut untuk hasil pembersihan lebih maksimal. Kucek bagian yang memiliki noda membandel agar bersih dan bakteri serta kutunya hilang.

  1. Bantu Anjing Mengatas Stres

Saat menjalankan karantina, anjing akan diisolasi selama beberapa waktu. Pada proses ini, mereka tentunya tidak dapat berinteraksi dengan pemilik atau lingkungan luar.

Supaya tidak sampai mengalami stres, maka kamu perlu melakukan pencegahan sehingga mereka dapat mengendalikan emosinya. Misalnya saja lakukan kunjungan dengan dokter hewan secara berkala untuk mengetahui kondisi terbarunya.

Jika anjing terlihat bosan, ajak jalan-jalan di sekitar rumah atau halaman. Saat masa isolasi, berikan juga mainan kesukaannya untuk membasmi kebosanan serta meminimalisir risiko stres.

Infeksi parasit berbahaya pada anjing perlu diwaspadai dan harus dilakukan penanganan secara tepat sesuai dengan prosedurnya. Perlu diperhatikan, setelah sembuh dari masalah kulit tersebut pastikan untuk mencegahnya muncul kembali dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan sampai memberikan perawatan khusus.