Masalah Kesehatan yang Diakibatkan Oleh Bakteri Bahaya untuk Kucing

Masalah Kesehatan yang Diakibatkan Oleh Bakteri Bahaya untuk Kucing
bakteri bahaya untuk kucing

Jenis bakteri bahaya untuk kucing terbilang cukup banyak, untuk itu bagi para pemelihara serta pecintanya sangat disarankan untuk mengetahuinya terutama yang dapat menimbulkan efek buruk. Supaya berbagai dampak buruknya dapat lebih minim, pastikan memperhatikan gerak-geriknya, apabila terdapat perubahan perilaku sebaiknya segera lakukan tindak penanganan.

Jenis-jenis Masalah Kesehatan Akibat Bakteri Bahaya untuk Kucing

Sebagai hewan peliharaan, memperhatikan kesehatan kucing menjadi hal utama yang perlu kamu lakukan. Jangan sampai membiarkan masalahnya sampai menimbulkan masalah kesehatan berat sampai kematian apalagi jika penyebabnya adalah bakteri. Lalu apakah efeknya terhadap manusia? Penjelasan lebih lanjutnya bisa kamu simak pada pemaparan berikut:

  1. Toksoplasma

Penyebab masalah kesehatan ini akibat oleh jenis parasit yang banyak terdapat pada daging, dalam tanah, air, serta kotoran hewan. Mengejutkannya, toksoplasma sering di katakan dapat berpindah pada manusia melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi atau area sekitarnya.

Sedangkan pada hewan peliharaan seperti kucing, toksoplasma dapat menular saat mengkonsumsi hewan yang terinfeksi bisa dari dari burung atau hewan kecil lain. Kewaspadaan atas serangan bakteri ini memang sangat perlu, apalagi pada makhluk hidup yang memiliki sistem imun lemah.

Jika gejala yang muncul tidak tetap, pada makhluk hidup yang sehat biasanya tanpa gejala atau flu ringan. Sedangkan apabila sistem kekebalan tubuh lemah, biasanya akan mengalami komplikasi serius misalnya kemunculan penyakit otak.

  1. Kurap

Terdapat beberapa jika pada tubuh kucing terkena kurap misalnya saja bagian muncul sisik atau kerak pada bagian telinga, kaki, serta sekitar wajah. Namun fakta mengejutkannya, beberapa kucing tidak terlihat terkena infeksi kurap.

Meskipun begitu, cobalah memperhatikan apakah terjadi perubahan pada tubuh kucing utamanya yang berkaitan dengan kulitnya misalnya saja bulu menjadi lebih mudah rontok. Bisa jadi kondisi tersebut sebagai pertandanya.

Kurap sendiri merupakan infeksi yang sebab oleh jamur dan seringkali menyerang di bagian kulit, kuku, serta rambut.

  1. Penyakit Cakaran Kucing (Cat Scratch Disease)

Penyakit ini juga sering di sebut dengan cat scratch yang di sebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Penyebabnya terbilang sangat beragam mulai dari transfusi darah, gigitan kutu, serta perkelahian dengan kucing lain yang terinfeksi.

Ketika kucing yang terinfeksi mencakar seseorang, maka akan timbul benjolan kecil menonjol kemudian di sekitar goresan akan muncul pembengkakan kelenjar getah bening. Tidak perlu tergesa-gesa panik, tanda tersebut merupakan ciri-ciri seseorang mengalami infeksi ringan.

Guna meminimalisir kondisi lebih parah, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu kamu akan mendapatkan penanganan lebih lanjut sehingga kemungkinan proses penyembuhan akan semakin cepat serta efektif.

  1. Alergi Bulu Kucing

Meski kucing merupakan hewan peliharaan, namun tidak menutup kemungkinan pemeliharanya akan mengalami alergi. Reaksi umum yang dimunculkan dapat berupa bersin-bersin sampai demam tinggi. Gejalanya seringkali akan muncul ketika seseorang bersentuhan secara langsung ataupun terkena bulunya.

Baca Juga : Kenali Calico dan 3 Penyakit Genetik pada Kucing Sejak Awal

Sebelum mengambil kesimpulan, perlu kamu pahami jika alergi yang muncul tidak sepenuhnya sebab oleh bulunya melainkan kontak dengan sel kulit mati (dander), urin maupun air liur yang sebelumnya sudah terkontaminasi virus.

Oleh karenanya jika kamu memiliki alergi pada kucing namun ingin memeliharanya, maka periksakan dulu apa saja yang menjadi penyebabnya. Selanjutnya pastikan untuk menghindari pemicunya agar gejala yang muncul tidak semakin parah.

Bakteri bahaya untuk kucing sangat penting kamu waspadai guna menghindari masalah lebih parah nantinya. Ketika telah melihat tanda-tandanya, maka silahkan segera melakukan pemeriksaan agar penanganan lebih tepat sasaran serta tingkat kesembuhan tinggi.