Penyebab Anak Kucing Mengalami Diare

Penyebab Anak Kucing Mengalami Diare

Sama seperti bayi manusia, anak kucing sensitif dengan perubahan yang tiba-tiba terjadi, baik perubahan makanan yang diberikan ataupun perubahan lingkungan. Mereka pun juga rentan sekali dengan alergi makanan. Alasan itu kemudian akan memicu diare terhadap anak kucing. Berikut ini adalah beberapa penyebab anak kucing mengalami diare.

Ketika diare pada bayi kucing, faktor makanan tak pernah jadi satu-satu alannya. Ada banyak hal lainnya yang ikut memicu diare kepada kucing yang masih berusia kecil. Terlebih lagi dengan saluran pencernaan mereka yang dalam tahap berkembang serta sensitif sekali pada beberapa perubahan yang terjadi dengan cara tiba-tiba.

Saat bayi kucing diare, kamu perlu mengetahui bahwa hal ini dapat menjadi tanda penyakit yang bisa menjadi serius serta harus mendapat penanganan sejak awal. Meski demikian, diare ini biasanya dapat ditangani. Kamu tinggal mengetahui apa faktornya sehingga dapat mencegah terjadinya diare.

Beberapa Penyebab Anak Kucing Mengalami Diare

  • Perubahan Pakan

Saat berencana untuk memelihara bayi kucing, sebaiknya tanyakan lebih dulu bagaimana kebiasaan pakan mereka. Agar bisa menghindari munculnya gangguan pencernaan, kamu dapat memberi pakan yang tepat dengan kebiasaannya atau dengan bertahap mengenalkan makanan kucing yang baru.

Sebelum mengubah makannya, baiknya kamu menanyakan lebih dahulu kepada dokter hewan supaya bisa menghindari beberapa hal yang tak diinginkan.

  • Alergi Makanan

Mengkonsumsi makanan yang tak bisa dimakan, makan berlebih, atau alergi makanan juga menimbulkan diare kepada bayi kucing. Beberapa benda seperti kain, tulang, ataupun kotoran kucing bisa membuat usus menjadi tersumbat kalau tertelan.

Sementara itu, pola makanan yang buruk merupakan salah satu faktor paling banyak bayi kucing terserang diare meskipun ada kemungkinan faktor yang lainnya juga.

  • Susu Sapi

Tidak hanya orang yang tahu jika bayi kucing tidak dapat mengkonsumsi susu sapi. Karena, mereka mengira jika bayi kucing memerlukan susu.

Hal ini memang benar, namun bukan susu sapi, tapi susu yang langsung lewat induknya. Baiknya, beri susu khusus kucing dan dicampur dengan makanan bayi kucing. Memasuki umur 6 minggu, harusnya bayi kucing sudah dapat diberi pakan basah atau kering.

  • Infeksi

Infeksi bisa juga menyebabkan diare pada bayi kucing. Infeksi yang biasanya menyerang ialah Campylobacter dan Salmonella. Tidak hanya itu, bayi kucing bisa tertular virus semacam panleukopenia, feline immunodeficiency, feline leukemia virus, serta rotavirus.

  • Parasit

Parasit seperti cacing pita dan cacing gelang bisa mengganggu pencernaan bayi kucing, justru dapat memperlambat pertumbuhannya. Bayi kucing perlu diberi obat cacing di usia 2 minggu dan satu kali lagi berjarak 2 minggu hingga berusia 12 minggu.

Setelahnya, bayi kucing perlu diberikan obat anti-parasit bulanan yang resepnya diberi oleh dokter hewan. Lalu, perawatan ini akan membantu untuk mengendalikan kutu dan parasit usus yang menyebabkan cacing pita.

  • Stres

Kondisi seperti perubahan lingkungan juga dapat memicu bayi kucing terkena stres yang berdampak pada diare. Mendapat teman baru yang serumah [manusia atau hewan], pindah ke rumah yang baru, serta masalah lingkungan lain bisa mengakibatkan bayi kucing mengalami diare.

Itu saja tadi ulasan tentang beberapa penyebab anak kucing mengalami diare. Selain tahu apa saja faktornya, kamu harus mengenali apa gejalanya, termasuk munculnya darah di feses, dihidrasi, lesu, penurunan nafsu makan, demam, serta kotorannya mengeluarkan cair, lendir, dan berbau kurang sedap. Jika demikian, maka lakukan pengobatan dengan segera. Terima kasih dan semoga bermanfaat.