Penyebab Kucing Batuk yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Kucing Batuk yang Perlu Diwaspadai

Sama seperti manusia, penyebab kucing batuk adalah karena ada iritasi di bagian tenggorokan, saluran udara atau paru-parunya. Batuk pada kucing bisa bersifat berdahak ataupun kering, tergantung dari penyebabnya. Kucing yang terserang batuk tidak boleh disepelekan, karena ini akan sangat mengganggu kenyamanan hewan peliharaan kita tersebut.

Penyebab Kucing Batuk

Batuk biasanya menjadi salah satu gejala akibat suatu penyakit, misalnya penyakit sistem pernapasan atau terserang virus. Apabila anda mengetahui penyebab kucing batuk, maka kamu bisa menjadi lebih bisa memberikan perawatan yang tepat kepadanya. Dengan begitu, kucing menjadi lebih mudah untuk disembuhkan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang biasanya menjadi penyebab kucing batuk :

Asma

Kucing juga bisa terserang penyakit asma dan ini biasanya yang menjadi sebab mengapa kucing batuk. Asma merupakan penyakit pada saluran pernapasan bagian bawah yang disebabkan adanya iritan yang menyebabkan peradangan. Penyebab asma bisa beraneka ragam, misalnya karena polusi, asap rokok, stress, obesitas, debu ataupun serbuk sari.

Gejala lain yang ditimbulkan kucing yang terserang asma adalah ia akan terengah-engah, mulut ternganga dan bagian gusinya ada berwarna kebiruan. Bila kucing anda terkena asma, sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan karena penyakit ini perlu penanganan segera. Keterlambatan dalam penanganan kucing yang terserang asma dapat berakibat fatal terhadap hewan berbulu tersebut.

Infeksi Saluran Pernapasan

Penyebab kucing batuk lain yang umum terjadi karena adanya infeksi saluran pernapasan yang bisa disebabkan oleh bakteri ataupun virus. Gejala lain yang akan ditimbulkan pada kucing yang terkena infeksi saluran pernapasan adalah hidung tersumbat, bersin, nafsu makan berkurang ataupun tersedak ketika makan.

Biasanya infeksi saluran pernapasan terjadi di bagian bronkiolus, yaitu saluran udara kecil di paru-paru. Kucing yang mengalami infeksi di bagian ini akan kesulitan bernapas, sehingga anda tiba bisa menganggapnya enteng. Infeksi saluran pernapasan juga bisa menyebabkan pneumonia yang perlu didiagnosis dengan cara di ronsen.

Alergi

Kucing bisa saja menghirup sesuatu yang membuatnya alergi, gejala adanya alergen yang terhirup olehnya mirip seperti penyakit asma. Alergi disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif terhadap suatu zat tertentu, yang menyebabkan sistem imun bekerja terlalu berlebihan. Alergi bisa disebabkan oleh adanya kutu, parfum, asap, tumbuhan, makanan ataupun hal lainnya.

Selain batuk, kucing yang mengalami alergi biasanya akan mengalami gatal-gatal, sehingga ia sering menggesek-gesekkan badan ataupun menggaruknya. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah bersin, muntah, diare, perut kembung hingga kepala yang gemetaran. Mengidentifikasi penyebab alergi menjadi penting untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Hairball

Hairball menjadi salah satu penyebab kucing batu yang sering terjadi pada jenis yang berbulu panjang. Hairball merupakan sekumpulan bulu yang terkumpul di bagian perut hewan tersebut. Bola rambut ini biasanya masuk ketika si kucing menjilat-jilat tubuhnya menggunakan lidah. Struktur lidah kucing yang seperti kait, akan menangkap bulu yang rontok dan bulu tersebut akan tertelan ke saluran pencernaannya.

Ketika jumlah bulu yang tertelan jumlahnya banyak, maka akan tercipta suatu bola yang disebut hairball. Terkadang hairball akan menyumbat sistem saluran pencernaan kucing, sehingga ia akan berusaha untuk memuntahkannya. Ketika kucing berusaha memuntahkan hairball ini, maka kita melihatnya seperti ia sedang batuk.

Bunyi suara batuk yang kita dengar tersebut bukan berasal dari saluran pernapasannya tetapi dari pencernaannya. Ketika Hairball berhasil dikeluarkan dari tubuh, maka kucing akan kembali normal seperti sedia kala. Hairball bukanlah masalah serius yang perlu membuat kucing anda dibawa ke dokter hewan.

Gagal Jantung Kongestif

Ketika jantung kucing tidak bisa memompa darah dalam jumlah cukup ke seluruh tubuh, maka darah bisa kembali ke paru-paru. Kondisi gagalnya jantung memompa darah ini disebut dengan gagal jantung kongestif yang salah satu gejalanya adalah batuk. Ketika kucing mengalami gagal jantung kongestif, selain batuk ia juga akan kesulitan bernapas, tidak nafsu makan dan lemas.

Beberapa kasus kejadian ini bisa menyebabkan kematian mendadak pada kucing. Kucing yang mengalami gagal jantung kongestif sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut. Biasanya dokter akan berupaya untuk meringankan gejala gagal jantung dan meningkatkan kekuatan jantung si kucing. Walau begitu, biasanya kucing yang terlanjur terkena gagal jantung akan sulit untuk kembali sehat seperti sedia kala.

Cacingan

Infeksi parasit cacing juga bisa mengganggu sistem saluran pernapasan pada kucing kesayangan anda. Batuk yang disebabkan cacing dikarenakan adanya makanan yang tidak tercerna dengan baik karena adanya parasit tersebut di saluran pencernaannya. Makanan yang tidak tercerna dengan baik itu bisa mengganggu sistem pernapasan, sehingga mengakibatkan gejala batuk.

Beberapa parasit cacing yang bisa menyerang kucing di antaranya adalah cacing pita,gelang dan tambang. Kucing yang terkena infeksi cacing biasanya akan mengalami muntah, penurunan berat badan, perut menjadi buncit, bulu menjadi kusam, diare dan pada kotoran ditemukan adanya cacing. Untuk mengobati kucing yang terinfeksi cacing, anda bisa memberikannya obat cacing untuk membasmi parasit tersebut diantaranya drontal.

Cacing Jantung

Masih karena cacing, tetapi bedanya adalah cacing jantung (heartworm) dapat masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan kerusakan pada organ pernapasan kucing ini. Infeksi parasit ini ditularkan oleh nyamuk yang membawa larva cacing tersebut sehingga bisa berpindah ke tubuh hewan peliharaan anda. Kucing yang terinfeksi cacing jantung perlu penanganan segera karena dua organ vitalnya, yaitu jantung dan paru-paru menjadi sasaran parasit ini.

Gejala kucing yang terserang parasit ini mirip seperti asma, sehingga dokter hewan biasanya yang perlu mendiagnosisnya. Serangan parasit ini biasanya sering terjadi pada daerah yang hangat dan lembab seperti negara beriklim tropis. Sebenarnya resiko kucing terkena parasit ini tidak begitu tinggi, akan tetapi anda tetap perlu mewaspadainya. Anjing menjadi hewan yang biasanya menjadi sumber infeksi parasit ini, sehingga bila di daerah anda tidak terdapat anjing seharusnya kucing anda aman dari cacing jantung.

Kanker Paru-Paru

Kanker yang berada di paru – paru kucing merupakan salah satu penyebab batuk yang perlu penanganan segera. Banyak kucing yang mengalami karsinoma atau tumor pada bagian paru-paru primernya. Beberapa tumor tidak berkembang, sehingga tidak menimbulkan bahaya berarti bagi kucing.

Walau begitu, seringkali tumor di paru-paru ini berkembang dengan cepat sehingga menjadi kanker. Kucing yang terkena serangan kanker paru-paru ini biasanya akan kehilangan nafsu makan, nafas sesak dan cepat, muntah, demam dan mengalami penurunan berat badan dengan cepat. Deteksi dini dan penanganan secepatnya menjadi kunci sukses agar kucing anda bisa sembuh dari serangan kanker paru-paru.

Kalung yang Ketat

Memakaikan kalung menjadi salah satu hal umum yang dilakukan pemilik hewan terhadap kucingnya. Akan tetapi anda perlu berhati-hati ketika memberikan kalung kepada hewan peliharaan anda. Pastikan hewan tersebut tidak terganggu dikarenakan pemakaian kalung yang anda pakaikan.

Memasang kalung yang terlalu ketat dapat menyebabkan tekanan pada batang tenggorokan kucing sehingga akan membuatnya batuk. Kucing bisa mengalami cedera ketika dipakaikan kalung yang terlalu kencang dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, setelah memakaikan kalung ini anda perlu mencermati apakah ada perubahan perilaku pada kucing anda.