Perawatan Anjing Setelah Vaksin, Jika Terjadi Efek Samping

Perawatan Anjing Setelah Vaksin, Jika Terjadi Efek Samping
perawatan anjing setelah vaksin

Seperti manusia, anjing kesayangan juga harus mendapat vaksin agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang diakibatkan oleh bakteri maupun virus. Untuk kamu yang sedang memelihara anjing, maka kamu perlu mengetahui tips perawatan anjing setelah vaksin agar anjing kesayanganmu tak terganggu kesehatannya, kamu bisa mengerti apa yang perlu dilakukan.

Tak semua anjing memperlihatkan tanda-tanda gangguan kesehatan selepas mendapat vaksinasi. Efek samping pemberikan vaksin pada umumnya mempunyai jangka waktu yang lebih pendek. Umumnya, efek samping yang terjadi setelah disuntuk vaksin adalah anjing mengalami hilang selera makan, lesu, demam, bentol merah atau bengkak di sekitar wajah, kejang, muntah, diare, hingg bulu yang terus rontoh pada bekas suntikan vaksin.

Vaksinasi Wajib Pada Anjing Meliputi:

  • Distemper

Distemper bisa mempunyai beberapa bentuk. Umumnya, penyakit ini bisa mengakibatkan suhu tinggi, masalah pencernaan, masalah pernapasan, okular, saraf, kulit, atau bahkan berakibat fatal.

  • Canine Parvovirus

Parvovirus memang menular serta langsung menyerang sistem pencernaan anjing, mengakibatkan demam, muntah, kehilangan nafsu makan, dan seringkali diare. Dihidrasi ekstrem bisa saja datang dan kadang berakibat fatal dalam rentang waktu 48 hingga 72 jam.

  • Rabies

Penyakit yang sangat fatal bagi anjing. Biasanya ini ditandai dengan leher yang sakit, berjalan dengan berayun, air liur berlebihan, dan pada beberapa kasus, terjadi kejang pada otot wajah, tindakan agresif yang tak bisa terlihat, seperti sering menggigit.

  • Kennel Cough

Ini merupakan penyakit yang dialami oleh anjing yang terjadi kontak fisik dengan anjing lainnya, contohnya di pameran anjing atau di dalam kandang. Kennel Cough mengakibatkan batuh yang cukup parah dan itu bergantung dengan umur serta kondisi kesehatan anjing pada umumnya.

Perawatan Anjing Setelah Vaksin Jika Terjadi Beberapa Efek Samping

  • Awas gejala demam

Perawatan anjing selepas divaksin jika muncul demam yang perlu kamu lakukan yakni mengukur suhu badannya. Bila anjing mempunyai suhu badan 39 derajat celcius keatas, maka kamu wajib membawanya ke dokter hewan atau klinik hewan. Demam yang muncul terhadap anjing umumnya terjadi pada 2 hingga 3 jam pasca anjing mendapat vaksin.

Kemudian, selama hamil kamu perlu memperhatikan apakah ada tanda-tanda lain yang kemungkinan timbul. Selama hewan kesayanganmu ini mengalami demam, upayakan anjing untuk selalu berada didalam rumah agar dia tak merasa kedinginan lantaran udar dari luar. Udara yang ada didalam rumah cenderung hangat sehingga itu bisa mempercepat proses penyembuhan dari penyakit demam.

  • Jangan abaikan ketika kejang-kejang

Jika anjingmu mengalami tanda-tanda seperti tak sadarkan diri, kejang-kejang, kesulitan bernapas, tak dapat buang air, terjadi pembengkakan di mata, wajah, maka kamu harus segera membawanya ke dokter hewan. Sebab, beberapa gejala diatas menandakan bahwa anjing sudah dalam keadaan darurat serta memerlukan tindakan medis secepatnya.

  • Jika nafsu makan menurun

Anjing yang telah kehilangan nafsu makan bakal berdampak dengan menurunnya berat badan secara drastis dan juga bisa sebagai penanda bahwa anjing mempunyai penyakit lainnya.

Vaksin bekerja guna merangsang daya tahan anjing dan memproduksi sel untuk melawan bakteri ataupun virus. Jika anjingmu terkena bakteri atau virus, maka sistem kekebalan sudah mampu melawannya. Pemberian vaksin kepada anjing umumnya berjarak satu bulan dari pemberian proses vaksin yang pertama, hal itu guna memastikan jika imun didalam tubuh sudah bekerja.

Nah, itulah informasi tentang tips perawatan anjing setelah vaksin yang perlu diketahui untuk kamu yang mempunyai anjing perliharaan di rumah. Semoga tak ada masalah selama kamu memelihara serta memberi vaksin kepada anjing kesayanganmu. Terima kasih.

Incoming search terms:

  • https://mypets co id/perawatan-anjing-setelah-vaksin/