Sejarah, Ciri, dan Cara Merawat Kucing Birman

Sejarah, Ciri, dan Cara Merawat Kucing Birman
Kucing birman

Kucing birman merupakan salah satu jenis kucing yang sangat cantik dan bisa membuat siapapun jatuh hati ketika melihatnya. Kucing ini sendiri merupakan salah satu jenis kucing alami yang berasal dari Perancis. Kucing ini juga dikenal sangat keramat karena sangat dekat dengan legenda yang beredar di masyarakat.

Sejarah Tentang Kucing Birman

Ceritanya bermula pada tahun 1919, dimana terdapat dia orang berkebangsaan Perancis yang datang untuk membantu di sebuah kuil. Kedua orang tersebut bernama Gordon Russel dan Auguste Pavie. Atas bantuan yang diberikan ini, kedua orang tersebut pun diberikan sepasang kucing dari ras Birman oleh seorang pendeta bernama Vanderbils (berkebangsaan Amerika).

Ternyata, salah seekor kucing yang diberikan tersebut ternyata kucing betina yang mana sedang hamil. Setelah beberapa lama, akhirnya kucing betina tersebut pun melahirkan dan si anak kucing tersebut diberi nama dengan poupee de madalpour. Sementara untuk kucing jantannya bernasib buruk, dimana harus meninggal ketika masih dalam perjalanan.

Anakan birman kemudian terus dikembangkan. Namun sayangnya, anakan birman ini mengalami masa sulit ketika sedang terjadi Perang Dunia ke II. Pada masa itu diketahui bahwa ternyata hanya ada sepasang kucing yang berhasil selamat.

Ras kucing jenis ini pun akhirnya mendapatkan pengakuan dari negara Perancis pada tahun 1925 oleh Federation Feline Fransaise (organisasi pendaftaran kucing). Pengakuan ini ditandai dengan disematkannya nama baru, yakni Sacre de Birmanie. Namun sayangnya, pengakuan ini mendapatkan masalah tanpa adanya informasi yang pasti.

Seiring berjalannya waktu, ras birman ini akhirnya mendapatkan pengakuan lagi dari salah satu organisasi pecinta kucing hias pada tahun 1966 yang ada di Inggris. Pengakuan terakhir diberikan pada tahun 1967 oleh CFA atau cat fanciers association yang ada di Amerika.

Ciri dan Cara Merawat Kucing Ini

Berikut ini ada beberapa ciri birman yang bisa kamu jadikan sebagai pembeda dengan jenis kucing lainnya.

  • Memiliki tubuh yang berukuran sedang dengan berat badan berkisar antara 4 kg hingga 6 kg.
  • Matanya berukuran besar dan berbentuk oval.
  • Memiliki hanya satu warna mata saja, yakni biru.
  • Memiliki pola warna colorpoint, yakni warna gelap pada bagian telinga, wajah, ekor, dan kaki.
  • Selain itu ada juga bagian tubuh lain yang berwarna putih keabu-abuan, yakni perut, kepala, dada, dan punggung.
  • Bagian cakar dan jari kakinya tetap berwarna putih, sehingga birman terlihat seolah selalu menggunakan sarung tangan berwarna putih.
  • Panjang badannya sendiri sedang namun berotot dengan kakinya yang kuat.
  • Kepalanya berbentuk bulat dan lebar, sedangkan bagian hidungnya terlihat memiliki lekukan.
  • Ukuran telinga sedang dengan bagian ujungnya melengkung.
  • Bulu pada bagian leber dan ekor sangat lebat dan halus. Panjang bulunya sendiri berada pada rentang sedang hingga panjang.
  • Warna bulu di bagian tubuhnya pun lebih pucat.

Jika dilihat dari harga yang ditawarkan untuk seekor kucing birman ini termasuk masih terjangkau. Namun, jika memang kamu ingin memilikinya tentu saja perlu mengetahui bagaimana cara merawatnya. Berikut ini adalah beberapa cara dalam merawat birman dengan baik dan benar.

  • Mandikan kucing secara rutin untuk menjaganya tetap bersih. Setidaknya, mandikan kucing sebanyak sekali dalam seminggu. Selain itu, kamu juga bisa memandikannya setiap tubuhnya terlihat kotor.

Namun, jangan memandikannya terlalu sering karena bisa membuatnya flu dan mudah mengalami masalah kesehatan lainnya. Pastikan dalam memandikannya menggunakan sabun atau sampo khusus kucing. Selain itu, kamu juga bisa sesekali menggunakan air hangat agar bulu yang sudah mati bisa terlepas dengan mudah.

  • Pastikan juga untuk selalu menyisir bulu kucing secara rutin, terlebih ketika sebelum mulai dimandikan. Selain itu juga jangan lupa untuk memotong kukunya untuk menghindari potensi tercakar ketika sedang memandikannya.
  • Bersihkan bagian muka kucing menggunakan kain yang halus. Jangan lupa juga bagian matanya, namun gunakan kain berbeda yang masih bersih.