Tipes Kucing Menular Tidak? Yuk Simak Faktanya

Tipes Kucing Menular Tidak? Yuk Simak Faktanya
tipes kucing menular tidak

Tipes kucing adalah salah satu penyakit yang berbahaya bagi sobat berbulu kita. Tipes kucing memiliki tingkat infeksi yang tinggi  ketika kucing anda belum vaksin. Jika sudah mengalami vaksinasi, sistem imun kucing akan lebih kuat untuk menghadapi bakteri dan virus. Oleh karena itu di sini kita akan membahas tipes kucing menular tidak? baik ke sesama kucing atau ke manusia.

Penyebab Tipes Kucing, Dan Tipes Kucing Menular Tidak?

Penyakit tipes kucing merupakan penyakit menular yang berasal dari virus, khususnya parvovirus. Nama dari penyakit ini cukup variatif, mulai dari felin distemper, feline fever, atau feline typhoid. Kabar buruknya virus ini mudah kamu temukan di lingkungan jadi semua kucing memiliki resiko untuk terpapar.

Tipes kucing menular tidak? Uraian dari vetorostrenen.com, Tipes kucing sangat-sangat menular. Jadi vaksin berperan besar dalam mengatasi penyakit ini. Sebagai langkah pencegahan mari kita berkenalan lebih lanjut dengan penyakit ini.

  1. Bagaimana kucing saya terinfeksi Tipes kucing?

Seperti yang telah uraiakan di atas sebelumnya, sumber utama infeksi adalah virus. Namun dalam penyebarannya, virus-virus ini bisa masuk ke tubuh kucing melalui: menjilat, perkelahian dengan kucing lain, dan kontak dengan fesesnya.

Menjilat menjadi sebuah kebiasaan wajar bagi kucing, namun kegiatan jilat menjilat antar kucing bisa meningkatkan resiko terinfeksi virus.

Ketika kucing berkelahi besar kemungkinan terjadi perpindahan virus ketika salah satu dari mereka tidak vaksin. Penularan melalui feses biasanya teralami oleh kucing liar, karena mereka tidak mengubur fesesnya yang akhirnya menginfeksi kucing lain.

  1. Gejala Tipes kucing

Gejala tipes kucing bisa dikategorikan menjadi tiga; gejala belum akut, gejala akut, gejala sangat akut. Ketiga gejala tersebut muncul ketika masa inkubasi virus sudah hari kedua hingga kelima.

Gejala belum akut biasanya ada tanda dengan diare parah pada kucing. Gejala akut tandai dengan demam, nafsu makan menurun, dehidrasi, suhu tubuh meningkat. Ketika sudah memasuki gejala akut harap segera melakukan perawatan karena hampir 60% kucing yang berada dalam tahap ini bisa mati dalam beberapa hari.

Gejala sangat akut dialami oleh kucing yang belum mengalami vaksinasi. Ketika belum melakukan vaksinasi, sistem imun kucing tidak memiliki kekuatan untuk melawan virus. Karenanya bisa berakibat fatal, terutama pada anak kucing.

  1. Pencegahan dan perawatan kucing ketika sedang mengidap tipes

Pencegahan Tipes kucing yang utama adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi bisa kamu berikan ketika usia kucing mencapai 6-8 minggu. Untuk tindakan lanjut, vaksinasi rutin kamu lakukan setiap setahun sekali untuk mempertahankan imunitas kucing terhadap virus. Patut dicatat, setelah vaksinasi kucing akan mengalami gejala ringan yang tidak berbahaya karena seperti yang kita ketahui bahwa vaksin adalah virus mati yang diinjeksikan ke dalam tubuh.

Terapkan pola hidup higienis di rumah Anda. Meskipun sudah menjadi hal yang lumrah bagi kita, namun menjaga kebersihan tetap berperan besar. Karena virus bisa bertahan hingga 1 tahun di lingkungan.

Baca Juga : Makanan Untuk Anjing Sakit Agar Cepat Sembuh

Kucing yang mengalami Tipes memang sulit untuk pulih, terutama belum menerima vaksinasi dan masih berusia kurang dari dua bulan. Sayangnya, belum ada obat untuk Tipes kucing saat ini. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan memenuhi asupan cairan dan antibiotak agar sistem imun kucing pulih dan dapat melawan virus.

Oleh karena itu pencegahan menjadi kunci utama kita dalam mengatasi Tipes kucing. Karena Tipes kucing memiliki mortalitas yang tinggi, yakni sebesar 49 persen! Virus Tipes kucing menular tidak dapat kamu bendung kecuali dengan imunitas kucing sendiri. Jika kucing Anda terlanjur terinfeksi maka hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah dengan menghubungi professional.